Kamis, 15 Desember 2011

makalah qasahash al-qur'an


BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Kandungan al-Qur’an disamping berisi ajaran-ajaran yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Pencipta, hubungannya dengan sesama manusia, bahkan terhadap makhluk-makhluk lain ciptaan Allah, yang berwujud akidah, ibadah dan akhlak, juga berisi kisah-kisah yang dapat dijadikan peringatan dan i’tibar bagi manusia.[1]
Al-qur’an adalah kalammullah yang diturunkan kepada nabi muhammad lewat perantara malaikat Jibril sebagai mu’jizat. Al-Qur’an adalah sumber ilmu bagi kaum muslimin yang merupakan dasar-dasar hukum yang mencakup segala hal, baik aqidah, ibadah, etika, mu’amalah dan sebagainya. Begitu juga dalam qashahs al-Qur’an, Allah telah memberikan pada kita hiburan, ketabahan, keteguhan hati dan kesabaran untuk tetap melakukan usaha dan perjuangan.
 Kisah-kisah al-Qur’an dalam tema-temanya, dalam cara penyampaiannya, dan dalam alur kejadiannya tunduk dengan maksud tujuan keagamaan. Kisah-kisah yang terjadi pada masa lalu melalui al-Qur’an sampai kepada kita terkadang dalam bentukam۬s ãl yang menarik perhatian, seperti kisah para nabi dan rasul, orang-orang saleh, juga pendurhaka-pendurhaka. Demikian juga terdapat gambaran peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa datang di dunia ini serta pemandangan dan panorama hari kiamat. Gambaran yang kontras antara kenikmatan dan penderitaan, kepemurahan dengan keserakahan, sehingga seakan- akan menyatakan alur pikiran dengan kenyataan dan menyentuh rasa indrawi yang paling dalam. Pesona bahasa itu kembali mengisi pemikiran dengan daya imajinasi yang kritis, kreatif dan dinamis.[2]

B.      RUMUSAN MASALAH
Agar makalah ini tidak membahas terlalu jauh, maka pemakalah lebih merincikan pembahasan makalah tersebut. 
Dalam makalah ini akan dipaparkan tentang :
Ø  Pengertian Qasas Al-Quran
Ø  Macam-macam Qasas Al-Quran
Ø  Tujuan-tujuan Qasas Al-Quran
Ø  Faidah Qashash Al-Quran










BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Qasas Al-Quran
Kisah-kisah al-Quran ( qashas al-Qur’an ) merupakan salah satu cara untuk menyampaikan dakwah islam. Allah telah mengisahkan kepada kita dengan kisah-kisah yang sangat banyak dalam Al-Quran. Yang demikian ini agar kita dapat berfikir, merenungkan kisah-kisah tersebut dan menemukan hikmah dan nasihat didalamnya, serta dapat menggali pelajaran-pelajaran sebagai pedoman hidup.
Kata qashash berasal dari kata al-qashsh. yang berarti mencari atau mengikuti jejak.  Dikatakan,, “qashashtu atsarahu “ artinya, “saya mengikuti atau  mencari jejaknya.” Kata al-qashash adalah bentuk masdar. Seperti firman Allah: Dia (Musa) berkata, “itulah (tempat) yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak semula. (Al-Kahfi: 64). Kemudian qashash juga berarti berita yang berurutan. Seperti firman Allah:  “Sesungguhnya ini adalah berita yang benar” (Al-Imran: 62).  “Sungguh, pada berita mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal” (Yusuf:111). Secara etimologi (bahasa), Qashash juga berarti urusan (al-amr), berita (khabar), dan keadaan(hal). Dalam bahasa Indonesia, kata itu diterjemahkan dengan kisah yang berarti kejadian. Adapun dalam  pengertian  terminologi (istilah) Qashash  al-Quran adalah kisah-kisah dalam Al-Qur’an tentang para Nabi dan Rasul mereka serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang. Hal tersebut juga dikemukakan oleh Manna’ Al-Qathan, bahwa qashash Al-Qur’an adalah pemberitaan Al-Qur’an tentang hal ihwal umat yang telah lalu, nubuwat yang terdahulu, dan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapatlah kita katakan bahwa kisah-kisah yang dimuat dalam Al-Qur’an semuanya cerita yang benar-benar terjadi, tidak ada cerita fiksi, khayal, apalagi dongeng.[3]
Secara umum Qashah Al-Quran adalah  ilmu Al-Quran yang membahas tentang kisah-kisah umat-umat dan nabi-nabi terdahulu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi semasa Al-Quran diturunkan. Faedah ilmu ini diantaranya: menjelaskan dasar-dasar dakwah yang disampaikan para nabi, sebagai penguat hati seorang muslim, dan menarik perhatian pendengarnya.
B.      Macam-macam Qashash Al-Quran
Dalam Al-Quran Alloh SWT telah membagikan macam-macam kisah, baik kisah tentang Nabi dan para Pengikutnya, Malaikat-Malaikat, dan adapula kisah dalam Al-Quran yang menggambarkan tentang kisah masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.
Agar lebih mudah memahami Qashas Al-Quran tersebut, maka penulis membagi Qashas atau kisah itu menjadi 2 tinjauan, yaitu : ditinjau dari segi waktu, dari segi materinya, dan ditinjau dari segi panjang pendeknya cerita.
1.      Ditinjau dari segi waktunya.
Jika ditinjau dari segi waktu berdasarkan kisah yang diceritakan dalam Al-Quran, maka Qashah dala segi ini dapat dibagi menjadi 3 macam yakni :
a.      Kisah-kisah tentang hal-hal ghaib pada masa lalu (Al-Qashas al-Ghuyub al-madhiyah), yaitu kisah-kisah yang menceritakan kejadian atau peristiwa pada masa lampau dan susah diterima oleh panca indera. Contohnya seperti kisah-kisah nabi Nuh as, Nabi Musa as, dan kisah Maryam. Kisah-kisah ini merupakan hal ghaib dan terjadi pada masa lampau dan kita sendiri tidak melihat dan mengalami sendiri kisah-kisah tersebut.
b.      Kisah-kisah hal ghaib pada masa kini (al-qashash al-ghuyub al-hadhirah), yaitu kisah-kisah yang menerangkan hal ghaib pada masa sekarang, meski sejak dahulu dan akan tetap ada pada masa yang akan datang. Contohnya  kisah yang membahas dan menerangkan tentang para malaikat.  Malaikat adalah makhluk ghaib yang sulit dipercaya keberadaannya karena tidak dilihat langsung oleh panca indera kita.
c.       Kisah-kisah ghaib pada masa akan datang (al-qashas al-ghuyub al-mustaqbilah), yaitu kisah-kisah yang menceritakan peristiwa yang tidak terjadi pada masa Al-Quran diturunkan, kemudian peristiwa tersebut betul-betul terjadi. Seperti kemenangan bangsa romawi terhadap persia yang telah dijelaskan dalam Al-Quran surah Ar-rum : 1-4
2.      Ditinjau dari segi materi
Apabila kita tinjau dari segi materinya, maka Qashas Al-Quran dapat dibagi menjadi 3, yakni :
a.       Kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa yang terjadi pada masa lalu dan orang- orang yang tidak dipastikan kenabiannya. Misalnya kisah Thalut dan Jalut, penghuni gua, Zulkaranain dan lain-lainnya.
b.      Kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang tejadi pada masa Rasulullah. Seperti perang Badar dan perang Uhud dalam surat Ali Imran, Perang Hunain dan Tabuk dalam surat al-Taubah, Isra', dan lain-lain.
C.    Tujuan-tujuan Qashas Al-Quran
Kisah-kisah didalam Al-Quran (Qashash) semata-mata hanya untuk sekedar mewujudkan maksud dan tujuan keagamaan, menceritakan seluruh peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada masa lalu maupun peristiwa yang akan terjadi pada masa depan. Namun dari tujuan-tujuan tersebut, Qashash Al-Quran memiliki  tujuan utama yakni untuk membuktikan bahwa kitab suci Al-Quran benar-benar merupakan penjelasan yang mencakup segala sesuatu yang mengatur pada petunjuk berdasarkan pengetahuan dan kekuasaan tuhan secara menyeluruh.[4]
Tujuan lain dari Qashash Al-Quran adalah :
1.       Sebagai keterangan bahwa sesungguhnya semua agama berasal dari Allah. Mulai dari masa Nabi Nuh sampai Muhammad, agama yang menjadi anutan mereka semuanya berasal dari Allah. Oleh sebab itu, orang-orang yang beriman dari masa Nuh sampai masa sekarang ini merupakan satu umat yang menyembah hanya satu tuhan yaitu Allah. Hal ini dapat kita lihat pada Surah al-Anbiya (21) : 48, 49, 50, 51, 52 dan ayat-ayat yang lain.
2.       Menjelaskan bahwa sesungguhnya jalan atau cara para nabi melaksanakan dakwahnya adalah satu atau memiliki cara yang sama. Hal ini dapat dilihat pada Surah Hud (11) : 25, 26, 27, 20 dan 290 dan ayat-ayat yang lain.
Dari tujuan-tujuan tersebut diatas, Qashash Al-Quran juga memiliki tujuan agung yang dapat kita simpulkan dari tujuan utama Qashash itu sendiri. Tujuan-tujuan tersebut antara lain :
1)             Membenarkan wahyu dan rízala Allah
2)             Menerangkan da'wah yang disampaikan para rasul.
3)             Menerangkan kemenangan para Rasul dan kebinasaan yang mengingkari Para Rasul.
4)             Menerangkan kekuasaan Allah dalam menampilkan hal-hal luar biasa (mukjizat).
D.     Faidah Qashash Al-Quran
Qashash Al-Quran memilki banyak faedah. Dengan mempelajari Qashash Al-Quran minimal kita memiliki sedkit pengetahuan tentang sejarah masa lalu dan bisa kita sampaikan bagaimana perkembangan masyarakat tentang peristiwa tersebut. Dengan kisah-kisah dalam al-Qur’an juga memberikan kepada kita alur perkembangan sejarah manusia; tentang interaksi manusia bersama  Tuhan dengan ikatan akidah dan interaksi manusia melalui perundang-undangan tata pergaulan manusia.
Berikut ini ada beberapa faidah-faidah terpenting  dari Qashash dengan rincian sebagai berikut:
a.                   Menjelaskan asas-asas menuju Allah dan menjelaskan pokok syariat yang dibawah oleh para Nabi. Firman Allah: "Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu melainkan Kami mewahyukan padanya, bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku."[5]
b.                  Meneguhkan hati Rasulullah dan hati umatnya atas agama Allah, memperkuat  kepercayaan oran mukmin tentang menangnya kebenaran dan para pendukungnya serta hancurnya kebatilan. Firman Allah: "Semua kisah para Rasul yang Kami ceritakan kepadamu, yang dengannya Kami teguhkan hatimu dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang yang beriman.[6]
c.                   Membenarkan para Nabi terdahulu, menghidupkan kenangan terhadap mereka serta mengabadikan jejak peninggalannya.
d.                  Kisah termasuk salah satu bentuk sastra yang dapat menarik perhatian para pendengar dan memantapkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya kedalam jiwa. Firman Allah: "Sesungguhnya pada kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang yang berakal."`[7]





 BAB III
PENUTUP
Dari uraian diatas dapat diambil beberapa kesimpulan :
1.              Kata qashash berasal dari kata al-qashsh. yang berarti mencari atau mengikuti jejak.  Dikatakan,, “qashashtu atsarahu “ artinya, “saya mengikuti atau  mencari jejaknya.” Kata al-qashash adalah bentuk masdar. Seperti firman Allah: Dia (Musa) berkata, “itulah (tempat) yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak semula. (Al-Kahfi: 64). Kemudian qashash juga berarti berita yang berurutan. Seperti firman Allah:  “Sesungguhnya ini adalah berita yang benar” (Al-Imran: 62).  “Sungguh, pada berita mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal” (Yusuf:111). Secara etimologi (bahasa), Qashash juga berarti urusan (al-amr), berita (khabar), dan keadaan(hal). Dalam bahasa Indonesia, kata itu diterjemahkan dengan kisah yang berarti kejadian.
2.              Macam-macam Qashash terbagi atas 3:
1)             Dari segi panjang dan pendeknya
2)      Dari segi materi
3.      Tujuan Qashash secara umum adalah untuk membuktikan bahwa kitab suci Al-Quran benar-benar merupakan penjelasan yang mencakup segala sesuatu yang mengatur, dan  petunjuk berdasarkan pengetahuan dan kekuasaan tuhan secara menyeluruh.[8]



BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
http//www.google.com (diakses 25 september 2011)
Al-Misri Mahmud, Qasas al Qur’an, Mesir: Maktabah al-Taqwa’, 2001 M/1422 H
Quthub Sayid, al-Tashwir al-Fanny fi al Qur’an, Libanon: Da’r al-Syuru’q, 1992
Shihab M. Quraish, Tafsir al-Mishbah; Pesan, kesan dan Keserasian al-Qur'an Jakarta: Lentera Hati, 2002


[1] Lihat Mahmud al-Misri, Qasas al Qur’an, (Mesir: Maktabah al-Taqwa, 2001 M/1422
H), h. 4
[2] Lihat Sayid Quthub, al-Tashwir al-Fanny fi al Qur’an, (Libanon: Da’r al-Syuruq, 1992), h.241
[3] http//www.google.com (diakses 25 september 2011)
[4]M. Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah; Pesan, kesan dan Keserasian al-Qur'an (Jakarta: Lentera Hati, 2002), jilid. 6, hal. 377.
[5] Surat al-Anbiya': 25
[6] Surat Hud: 120.
[7] Surat Yusuf: 111


[8]M. Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah; Pesan, kesan dan Keserasian al-Qur'an (Jakarta: Lentera Hati, 2002), jilid. 6, hal. 377.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar